Nikah Siri, Orang Tua Tak Meridhai

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh. . .

Ustadz, saya telah menikah siri dengan seorang akhwat. Pernikahan hanya diketahui oleh keluarganya, dan paman saya. Orang tua tah tahu karena tak merestui pernikahan kami. setelah setahun lebih, istri saya melahirkan dan saya memberi tahu ibu dan ayah saya. Mereka kaget bukan main dan marah besar. Mereka tak mengakui saya dan cucunya, dan menganggap saya durhaka dan mengusir saya dari rumahnya. Perlu diketahui, ayah saya seorang kejawen dan ibu saya menolak saya menikah dengan seorang muslimah dari suku lain. Saya dulu mengutarakan kalau saya (yang salah satu suku tertentu) hendak menikah dengan akhwat (dari suku lain) dan orang tua saya menolak keras, bahkan mengancam tak meridhoi saya sebagai anak. Pun setelah kami nikah siri, mereka malah semakin marah. Saya benar-benar butuh masukan ustadz.

(Ikhwan-Bandung)

Jawaban: Prof.Dr.KH.Miftah Faridl 

Waalaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. . .

Nikah Anda sudah sah secara agama. Anak Anda lahir dari ibu kandungnya yang telah sah nikah dengan Anda. Kesalahan Anda karena nikah tanpa dukungan dan ridlo dari orang tua Anda. Ayah dan Ibu Anda wajar marah kepada Anda, dan Anda harus siap menerima konsekuensinya.

Tapi seorang muslim kemarahan dan kekecewaan itu seharusnya tidak boleh membuahkan dendam yang berlebih-lebihan. Tapi Anda juga tidak boleh dendam kepada ayah dan ibu Anda. Walaupun Anda berpendapat bahwa langkah Anda itu dilakukan karena kesalahan orang tua Anda tidak mengizinkan, Sikapi dengan kesabaran dan kepasrahan. Anda harus tetap hormat dan khidmat kepada kedua orang tua Anda. Berdo’a terus kepada Allah SWT agar kedua orang tua Anda mendapat ridlo, rahmat, barokah dan maghfiroh dari Allah SWT.

Hati-hati istri Anda dan Juga anak Anda jangan sampai menanggung resiko yang terlalu berat dari kemarahan ayah dan ibu Anda itu. Carilah momen-momen yang penting untuk dapat bersilaturahim dengan kedua orang tua Anda. Kalau Anda sungguh-sungguh dan tulus mendo’akan mereka dan tetap khidmat kepada mereka, pada suatu nani insya Allah akan ada perubahan sikap mereka. Berdo’a terus.

Buktikan kepada Ayah dan Ibu Anda bahwa Anda adalah putranya yang baik, bahwa istri Anda itu adalah menantu yang baik dan bahwa anak Anda itu adalah bagian dari darah daging orang tua Anda. Kaji oleh Anda apa yang biasanya dapat membahagiakan ayah dan ibu Anda. Dan apa-apa saja dapat menjadikan mereka bertambah marah. Dengan mengetahui semua itu Anda bisa mempertimbangkan  sikap-sikap Anda berikutnya kepada mereka.

Wllahu a’lam.

Sumber : Tabloid Alhikmah Edisi 89 Desember 2013 / Halaman 30 [ Konsultasi ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *