8 Kesalahan Orang Tua dalam Mendidik Anak yang Seringkali Tidak Disadari

8 Kesalahan Orang Tua dalam Mendidik Anak yang Seringkali Tidak Disadari

Sebagai orang tua, anda tentu menginginkan yang terbaik untuk anak anda. Untuk itu, anda menerapkan berbagai pendidikan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tanpa anda sadari, dalam prakteknya mungkin ada beberapa kesalahan mendidik yang telah anda lakukan.

Nah, sebelum terlambat, koreksi cara mendidik anda dan jangan sampai anda melakukan kesalahan berikut ini.

 8 Kesalahan Orang Tua dalam Mendidik Anak

  1. Menuntut anak selalu berhasil

Tidak ingin anak gagal merupakan keinginan mulia para orang tua. Tapi sayangnya itu tidak selalu benar. Ada kalanya anda harus menyadari, jika  kegagalan itu adalah bagian dari proses pembelajaran bagi anak. Kegagalan akan mengajarkan anak apa arti berjuang. Kegagalan juga akan menjadikan anak tidak cepat puas dengan usahanya. Ingat, kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.

  1. Menerapkan standar orang tua kepada anak

Banyak orang tua yang merasa bahwa anak harus hidup dengan standar yang telah ditetapkan orang tua. Orang tua sering kali membandingkan standar hidupnya dulu ketika seumuran dengan anaknya. Padahal pendidikan seperti ini hanya akan menghambat perkembangan anak anda. Hal ini akan mengakibatkan anak tidak memahami dirinya dengan baik. Ingatlah, setiap anak adalah individu yang unik dan mempunyai kondisi dan situasi yang berbeda dengan anda dulu.

  1. Menganggap anak harus selalu bahagia

Bahagia dalam hidup itu penting, tetapi terlalu bahagia hanya akan melahirkan anak yang rapuh dan lemah. Anak-anak harus diajarkan bahwa dalam hidup seseorang tidak akan selalu bahagia dan itu adalah hal yang wajar. Jika anda tidak mengajarkan hal itu, ketika anak anda sedang berjuang mendapatkan sesuatu dan dia tidak merasa bahagia, menyerah adalah hal yang akan anak pilih. Tentunya Anda tak ingin anak seperti itu bukan?

  1. Tidak konsisten

Konsisten dalam setiap perkataan dan perbuatan orang tua adalah hal yang sangat penting untuk meraih kepercayaan anak. Jika seorang anak percaya dengan orang tua, contoh dan teladan dari orang tua lebih mudah diterima anak. Sebaliknya, jika anda tidak konsisten anak akan menganggap anda pembohong dan bukan orang baik. Akibatnya apapun yang ada contohkan bagi anak itu adalah sebuah kebohongan.

  1. Tidak mengajarkan sebab akibat

Mengajarkan bahwa ada korelasi antara sebab dan akibat itu penting untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab seorang anak. Anda harus mengajarkan bahwa setiap perbuatan baik maupun buruk akan memiliki akibat atau konsekuensi. Sehingga anak akan lebih berhati-hati dalam setiap tindakannya.

  1. Tidak mengenal potensi anak

Jangan sampai anda menjadi orang tua yang tidak peduli dengan penggalian potensi anak anda. Ketidakpedulian anda dalam menggali potensi anak menyebabkan anda tidak bisa mengenali potensi anak. Padahal, mengenali potensi anak dapat membantu anda untuk mengarahkan anak pada cita-citanya dengan lebih baik.

  1. Tidak ingin anak menderita

Pada dasarnya setiap orang tua memang tidak menginginkan anak menderita. Padahal penderitaan itu penting untuk mengajarkan anak menjadi pribadi yang tangguh dalam berjuang. Sebagai orang tua anda harus bersabar melihat anak menderita untuk sesaat, demi kebahagiaan anak anda jua.

  1. Terlalu memanjakan anak

Terlalu memanjakan anak tanpa anda sadari dapat menjerumuskan anak anda di masa depan. Anak akan menjadi pribadi yang lemah dan tidak percaya dengan kemampuan diri sendiri. Dia akan lebih memilih bergantung kepada orang lain sepanjang hidupnya. Kesuksesan tampaknya susah dicapai jika kondisinya demikian.

Nah, sebagai orang tua yang bijak, sudah seharusnya kita menghindari cara-cara di atas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *