Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Suka Mengumpat?

Pada masa pertumbuhan, anak kecil menyerap kosa kata yang dia dapat kemanapun dia pergi. Kata-kata umpatan pun termasuk kosa kata yang dia serap. Kata-kata umpatan ini dapat anak ucapkan karena berbagai alasan, misalnya karena anak marah dan mengalami situasi dimana anda pernah mengumpat. Atau hanya karena mereka penasaran dan mencari perhatian anda.

Lantas, Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Suka Mengumpat

 

  1. Jangan emosi

Ketika anda menemukan anak anda mengumpat, jangan sampai hal tersebut memancing emosi anda. Tetaplah tenang dan bersikap sewajarnya. Jangan membalas umpatan anak dengan kata umpatan lain. Bagaimanapun, seorang anak akan cenderung meniru orang tuanya. Setelah itu, berilah pengertian pada anak bagaimana berbicara yang baik. Ajarkan bahwa mengumpat kepada seseorang berarti tidak menghargai orang tersebut.

  1. Jangan berikan anak kesempatan untuk mengulangi

Ketika anda menemukan anak anda mengumpat lagi di situasi lain, segera ingatkan anak saat itu juga. Ulangi terus nasihat anda setiap kali anak mengumpat. Hal itu akan menanamkan pendidikan pada pikirannya bahwa mengumpat adalah perbuatan yang buruk.

Bagaimana jika anak mengumpat di depan umum? Peraturan pertama, jangan menegurnya di depan orang lain. Hal tersebut akan membuatnya malu dan malah akan membuat anak semakin berulah. Lebih baik anda membawanya ke tempat yang tenang dan berikan pemahaman mengenai apa kesalahannya. Anak harus paham bahwa mengumpat di depan umum bukan merupakan perilaku yang baik.

  1. Buat peraturan

 Peraturan mengenai cara berbicara yang baik untuk anak anda mungkin dibutuhkan. Jelaskan kepadanya mengapa anda membuat aturan tersebut. Sehingga anak anda memahami peraturan yang berlaku itu.

Jika perlu, ajak anak anda membuat peraturan tersebut bersama-sama. Diskusikan dengan anak anda konsekuensi apa yang akan dia terima jika dia mengumpat. Misalnya, jika dia mengumpat maka dia tak boleh memainkan game kesukaannya. Hal ini akan mendorongnya untuk berusaha tidak mengumpat.

  1. Ajak anak berkomunikasi

 Dibandingkan anda memarahinya, lebih baik komunikasikan dengan anak anda mengenai perbuatannya. Tunjukkan kepada anak bahwa tanpa mengumpat, anda sebagai orang tuanya dapat memahami perasaannya.

Ajak anak anda mengungkapkan alasan di balik kata-kata umpatannya. Beri pemahaman kepadanya bagaimana cara mengungkapkan perasaan dan menjelaskan keinginnya tanpa mengumpat. Dalam mengajarkan hal-hal ini, sebaiknya anda tunggu sampai emosi anak mereda. Dengan demikian anak anda akan lebih fokus mendengarkan nasehat anda.   .

  1. Cari solusi

Galilah lebih dalam mengenai penyebab anak anda mengumpat. Jika memang ada masalah yang melatarbelakangi umpatan itu, berusalah mencari solusinya. Sumber masalah tersebut bisa jadi datang dari diri anda sebagai orang tua. Misalnya karena anda cenderung suka memarahinya sehingga dia menyimpan kekesalan kepada anda.

  1. Ajarkan cara bercanda yang baik

 Jika anak anda mengumpat karena menganggap hal itu sebagai lelucon, kewajiban anda adalah mengarahkannya. Kemungkinan anak anda memiliki skill komedi yang bagus. Untuk itu, anda harus mengarahkan skill komedinya ke cara yang lain selain mengumpat.

  1. Introspeksi diri

 Nah, coba anda melihat kepada diri anda sendiri dulu. Apakah anda atau pasangan memiliki kebiasaan mengumpat? Atau anda tidak mengontrol dengan siapa dia bergaul? Karena anak-anak pada usia pertumbuhan cenderung bersifat meniru apa yang ada di sekelilingnya. Selain itu, anda mungkin harus mulai menelisik kembali tontonan hiburan anak anda. Barangkali dia mendapatkan kosa kata umpatan dari tontonan hiburan yang terlihat tidak membahayakan.

Nah, lakukan beberapa tips di atas agar anak anda tidak lagi suka mengumpat, dan itu mungkin perlu proses, jadi harus bersabar ya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *