Membangun Kecerdasan Sosial Anak Usia Dini dengan Cara Tepat

Membangun Kecerdasan Sosial Anak Usia Dini dengan Cara Tepat

 

Perkembangan zaman kadang bisa membentuk sesorang menjadi lebih individualis, karena biasanya mereka jadi lebih sibuk dengan teknologi daripada aktivitas sosial. Hal ini perlu diperhatikan baik-baik karena jika sesorang sudah susah hidup di masyarakat, maka bisa jadi akan menjadi pribadi yang kaku.

Padahal keluwesan saat bersosial itu sangat penting dalam lingkungan masyarakat, sekolah, ataupun kerja. Apabila anda punya anak yang masih kecil, sebaiknya diajarkan berhubungan dengan orang lain supaya anak anda punya kecerdasan sosial sejak dini. Membangun kecerdasan sosial anak usia dini memang perlu kesabaran ya, jadi jangan pantang menyerah. Untuk membantu anda, saya bagikan ulasan tentang beberapa cara membangun kecedasan sosial anak usia dini. Silahkan disimak.

Cara membangun kecerdasan sosial anak usia dini

  1. Mengajarkan cara berkomunikasi dengan orang lain

Banyak sekali anak yang sulit atau takut ketika harus berhadapan orang lain. Hal ini karena si anak tidak tahu bagaimana caranya berkomunikasi dengan orang lain. Sejak masih bayi latihlah anak anda berkomunikasi. Anda bisa melakukannya dengan cara mengajak ngobrol si anak walaupun tidak paham, tapi jika dilakukan dengan rutin pasti anak lama kelamaan akan paham dan mulai bisa menjawab obrolan anda. Karena anak punya proses yang sangat panjang untuk menangkap sesuatu hal yang baru. Jadi, berkerjasamalah dengan pasangan anda untuk sering mengajak ngobrol anak, dan mengajarinya saat bertemu dengan orang lain, terutama teman sebayanya.

  1. Mengajarkan cara berteman

Setiap anak pastinya tidak hanya butuh bergaul dengan keluarganya saja, tetapi seiring perjalanan waktu juga perlu mempunyai teman agar bisa mengembangkan potensi pada dirinya. Sebagai orang tua yang baik, anda harus mengajarkan bagaimana cara menjalin sebuah pertemanan, khususnya dengan anak yang sebaya dengannya. Anda hanya perlu melalukan cara sederhana, misalnya saja mengajari anak menyebutkan nama, usia, alamat rumahnya, dan sebagainya. Setelah mengajari ungkapan sederhana tersebut, ajari anak untuk menyapa teman dengan cara bersalaman, senyum dihadapan teman, dan sebagainya. Mungkin anak anda tidak bisa langsung mau melakukannya, tapi jika dibiasakan setiap bertemu teman sebayanya akan tumbuh dengan sendirinya. Ajari dengan halus ya, karena anak suka sekali meniru perilaku ataupun ucapan kita.

  1. Mengajarkan sikap sopan santun

Mengajarkan sopan santun sangat penting sekali anda lakukan. Jangan sampai anak anda tumbuh menjadi orang yang kasar ketika berkomunikasi ataupun berteman. Ajari perkataan yang sopan ketika berhadapan dengan orang yang lebih tua, berlaku kasih sayang dengan teman sebayanya, dan bentuk-bentuk perilaku sopan yang sudah menjadi kebiasaan masyarakat setempat. Anak adalah peniru yang sangat ulung, jadi biasakanlah diri anda untuk bersikap sopan satun supaya si anak paham dan menirunya. Sesekali beri penjelasan secara sederhana kepada anak mengapa harus melakukannya.

  1. Mengajak anak bermain permainan edukatif

Banyak sekali permainan edukatif yang diciptakan untuk mengembangkan keterampilan sosial anak usia dini, mulai dari buku cerita, kartu bergambar kebiasaan sehari-hari, dan sebagainya. Biasanya permainan edukatif yang sudah banyak dijual dipasaran sudah disesuaikan dengan usia anak yang masih kecil dan diberi berbagai gambar yang menarik. Tapi gambar-gambar itu nantinya tidak hanya buat hiburan saja, tapi menggambarkan sikap dan etika yang baik. Pastinya ketika menggunakan permainan edukatif perlu anda dampingi untuk menjelaskan maksud dari gambar.

Nah, itu tadi beberapa cara membangun keterampilan sosial anak usia dini yang perlu anda lakukan pada anak. Jangan sampai anak anda kaku ketika hidup di lingkup sosial ya. Semoga bermanfaat.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *