Mengajarkan Si Kecil untuk Terbuka Kepada Anda

Mengajarkan Si Kecil untuk Terbuka Kepada Anda

Sebagai orang tua, tentunya kita senang jika anak terbuka kepada kita. Kita menginginkan agar hubungan antara orang tua dan anak bak sahabat. Bisa dengan mudah cerita dan curhat tentang banyak hal. Sayangnya, jika tidak dipupuk sedari kecil anak akan cenderung susah terbuka kepada kita. Anak akan takut mengungkapkan perasaannya dan lebih memilih memendam dalam hati. Tentu hal tersebut sedikit banyak akan berpengaruh pada tumbuh kembangnya.

Lalu, bagaimana cara mengajarkan si kecil untuk terbuka kepada orang tua? Nah, berikut adalah cara-cara yang bisa anda terapkan.

Tips Membiasakan Si Kecil untuk Terbuka pada Anda

Jadilah pendengar yang baik

Mendengarkan anak akan memberikan lebih banyak keuntungan kepada anda daripada menutup telinga. Mendengarkan anak dapat membantu anda mengenali anak anda lebih jauh. Selain itu, anak akan merasakan peran anda sebagai orang tua secara maksimal. Anak menjadi lebih percaya diri untuk menceritakan perasaannya kepada anda. Anak tidak lagi menganggap anda sebagai orang tua belaka, tetapi juga sahabat tempat ia mencurahkan segala perasaannya.

Prioritaskan anak

Anak anda adalah amanah yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Jangan pernah mengabaikan anak hanya karena urusan pekerjaan atau urusan pribadi anda yang sebenarnya bisa ditunda. Luangkan waktu anda untuk dihabiskan bersama anak anda. Libatkan diri anda di setiap kegiatannya, misalnya menemani anak yang ikut perlombaan atau sekadar membantunya mengerjakan tugas dari sekolah.

Bangun komunikasi yang baik

Sebagai orang tua, anda wajib membangun budaya komunikasi yang baik dengan anak. Ketika anak berbicara, jangan hanya mendengarkan tetapi juga berusahalah merespon dengan baik. Dengan demikian akan terbangun komunikasi dua arah antara orang tua dan anak. Anak pun akan terbiasa mengutarakan pendapat dan perasaannya kepada anda.

Lontarkan pertanyaan spesifik

Pertanyaan yang spesifik dapat membantu anda mendapatkan jawaban yang terbuka. Dibandingkan bertanya “bagaimana tadi di sekolah?” Tanyakan pertanyaan yang lebih spesifik. Misalnya, “main apa tadi saat istirahat?”, “apa yang kamu pelajari pada pelajaran matematika tadi?”. Percayalah, anda akan mendapatkan jawaban yang lebih terbuka.

Biasakan mendongeng atau bercerita

Mendongeng atau bercerita dapat merangsang kecerdasan anak. Kecerdasan pada anak akan mendorong anak untuk lebih terbuka kepada anda. Lalu bagaimana jika orang tua tidak bisa mendongeng? Tenang saja, sekarang banyak sekali media untuk mendongeng yang dapat mempermudah anda belajar mendongeng kepada anak.

Selain itu, anda juga bisa sekadar menceritakan tentang kejadian sehari-hari yang anda alami. Kemudian anda bisa mendorong anak anda untuk bergantian bercerita.

Ajak berdiskusi

Anda bisa mengajak anak berdiskusi untuk hal-hal ringan yang sesuai dengan usianya. Misalnya ketika hendak makan di luar bersama, tanyakan kepada anak sebaiknya makan dimana. Pancing anak untuk memberikan usulan dan apa alasannya yang mendasari usulannya. Hal ini akan memicu anak anda untuk lebih terbuka.

Hindari membohongi anak

Kejujuran identik dengan keterbukaan. Sebagai orang tua anda harus menerapkan hal itu mulai dari diri anda. Hindari berbohong kepada anak anda. Berilah teladan bagaimana bersikap jujur dan terbuka kepada anak. Sehingga ia akan mempercayai anda dan anak pun terdorong untuk menjadi lebih terbuka.

Duduk berdampingan

Duduk berdampingan dengan anak melambangkan kesejajaran orang tua dengan anak. Dengan demikian, anak akan bersikap lebih nyaman dan mudah untuk terbuka kepada anda. Sebaliknya, duduk berhadapan mengesankan orang tua sedang menyidang anak. Hal tersebut akan membuat anak takut dan merasa terintimidasi.

Demikian cara-cara untuk mengajarkan si kecil lebih terbuka kepada orang tua. Semoga bermanfaat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *